Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pastikan Program MBG Tepat Sasaran dan Aman, Polres Barito Utara Lakukan Pengawalan Ketat Distribusi Makanan Bergizi ke Sekolah

BRI KK Blok A Tanah Abang Permudah Akses Perbankan di Pusat Grosir

POLRES BARITO UTARA GELAR GIAT JUMAT BERKAH BERSAMA BHAYANGKARI

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Banten»Digitalisasi Jadi Fokus Pemkab Lebak untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah dan Layanan Publik
Banten

Digitalisasi Jadi Fokus Pemkab Lebak untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah dan Layanan Publik

nurjenBy nurjen31 Juli 2026 1:34 PM043 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

LEBAK, Analisnews.co.id  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Hotel Grand Keisha, Jumat (31/7/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Kolaborasi dalam Mendorong Digitalisasi Transaksi Pemerintah Daerah untuk Optimalisasi Pendapatan Daerah dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.”

 

Pertemuan ini menjadi forum sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lebak, Bank Indonesia, sektor perbankan, serta para pemangku kepentingan dalam memperkuat implementasi digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

 

 

Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, mengatakan digitalisasi merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam tata kelola pemerintahan modern. Menurutnya, penerapan sistem digital menjadi salah satu langkah untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pelayanan kepada masyarakat.

 

Hasbi mengakui penerapan digitalisasi di Kabupaten Lebak masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama karena kondisi geografis wilayah yang luas dan beragam. Meski demikian, pemerintah daerah berkomitmen memperluas implementasi sistem digital secara bertahap.

 

 

“Dengan digitalisasi kita bisa memangkas potensi kebocoran. Semoga cita-cita Indonesia Emas dapat terwujud dan visi Lebak RUHAY bisa tercapai,” ujar Hasbi.

 

 

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Sofwan Kurnia, menyampaikan komitmen Bank Indonesia untuk terus mendukung percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah sebagai salah satu strategi meningkatkan pendapatan daerah.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

 

 

“Mari kita bersama-sama berkolaborasi mengampanyekan pentingnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak sebagai upaya meningkatkan pendapatan asli daerah,” kata Sofwan.

 

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapenda Kabupaten Lebak, Agung Budi Santoso, menjelaskan High Level Meeting TP2DD bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar berbagai program digitalisasi dapat berjalan secara optimal.

 

 

Menurut Agung, forum tersebut menjadi wadah kolaborasi untuk mendorong pelaksanaan berbagai program unggulan berbasis digitalisasi yang diharapkan mampu meningkatkan PAD Kabupaten Lebak.

 

 

“Forum ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah daerah dan stakeholder agar program-program unggulan dapat terlaksana dengan baik serta mampu meningkatkan PAD Kabupaten Lebak berbasis digitalisasi,” ujar Agung.

 

 

Ia menambahkan, percepatan implementasi digitalisasi transaksi pemerintah daerah merupakan bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel. Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor agar transformasi digital dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

 

Melalui pelaksanaan High Level Meeting TP2DD ini, Pemerintah Kabupaten Lebak berharap sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, sektor perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan daerah serta terwujudnya pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, transparan, dan akuntabel. (Rls)

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePanen Jagung Hibrida Polres Gunung Mas Capai 4 Ton, Wujud Dukungan Ketahanan Pangan di Kalimantan Tengah
Next Article Polresta Tangerang Bareng Mahasiswa Lentera Muda Gelar Jumat Asri, Bersih-bersih Lingkungan di Tigaraksa
nurjen

Related Posts

Kabidkum Polda Banten: Pembakaran Hutan dan Lahan Merupakan Tindak Pidana, Pelaku Akan Ditindak Tegas

31 Juli 2026 1:55 PM

Polsek Panongan Hadiri Pembukaan KKN Kelompok 275 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Desa Serdang Kulon

31 Juli 2026 1:44 PM

Polresta Tangerang Distribusikan Bantuan Air Bersih ke Warga Sentul Balaraja

31 Juli 2026 1:42 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.