Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SEBAGAI BENTUK PELAYANAN PRIMA POLSEK KAPUAS HULU LAKSANAKAN SISPAM MAKO SIANG

ANTISIPASI GANGGUAN OTK POLSEK KAPUAS HULU TINGKATKAN SIAGA PENJAGAAN MAKO MALAM

POLSEK KAPUAS HULU LAKSANAKAN SISPAM MAKO CEGAH ADANYA GANGGUAN DARI OTK

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»TV & Drama»Celebrities»Ketika Irama Afrika Mengetuk Jakarta: ‘Ikebe O’clock’ Rayakan Musik Tanpa Batas
Celebrities

Ketika Irama Afrika Mengetuk Jakarta: ‘Ikebe O’clock’ Rayakan Musik Tanpa Batas

yadiBy yadi1 Agustus 2026 12:20 PM092 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id  | Jakarta – Dentuman perkusi yang menghangatkan suasana, ritme yang membuat tubuh sulit diam, serta semangat jalanan khas Afrika kini menemukan panggung baru di Indonesia. Lewat Ikebe O’clock, musisi Afrobeats asal Afrika, Mayour, bersama Smur Lee mengajak pendengar Tanah Air menikmati warna musik yang selama ini lebih akrab terdengar di belahan dunia lain.

Peluncuran single tersebut di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (1/8/2026), menjadi lebih dari sekadar perkenalan lagu baru. Bagi Mayour, Indonesia adalah ruang yang menawarkan harapan baru bagi perkembangan Afrobeats di Asia.

Selama hampir satu dekade mengenal Indonesia, ia melihat masyarakat Indonesia semakin terbuka terhadap ragam musik dunia. Dengan jumlah penduduk yang besar dan pasar musik yang terus berkembang, Indonesia dinilai memiliki peluang yang belum banyak dijelajahi musisi Afrobeats internasional.

“Indonesia memiliki pasar musik yang sangat luas. Belum banyak penyanyi yang membawa musik seperti ini, sementara di Afrika persaingannya sudah sangat ketat,” ujar Mayour.

Namun, Ikebe O’clock bukan hanya mengandalkan beat yang enerjik. Di balik irama yang mengajak bergoyang, lagu ini membawa pesan tentang penerimaan diri dan kepercayaan diri perempuan. Mayour ingin musiknya menjadi pengingat bahwa setiap perempuan berhak merasa cantik dan bangga terhadap dirinya sendiri.

Pesan tersebut dibalut dalam perpaduan perkusi khas Afrika dengan sentuhan street-pop modern yang membuat lagu ini terdengar akrab di telinga generasi muda tanpa kehilangan identitas Afrobeats.

Mayour mengaku proses kreatifnya justru dipenuhi tantangan. Baginya, menyesuaikan lirik dengan karakter ritme Afrobeats membutuhkan ketelitian agar setiap kata tetap mengalir alami di atas beat yang dinamis.

Produksi lagu ini juga menjadi simbol kolaborasi lintas negara. Diproduseri Dannyblaze di bawah label Mayour Filmman Records, video musiknya digarap sutradara Angger Pamungkas bersama produser Nadia Putri dan melibatkan banyak talenta kreatif Indonesia. Hasilnya adalah karya yang mempertemukan dua budaya dalam satu irama yang sama.

Kini Ikebe O’clock telah hadir di berbagai platform musik digital dan layanan video streaming. Mayour berharap para pendengar Indonesia tak hanya menikmati hentakan musiknya, tetapi juga membawa pulang semangat positif yang menjadi napas lagu tersebut.

Sebab, ketika musik mampu melampaui batas bahasa dan geografis, ia bukan lagi sekadar hiburan. Ia menjadi jembatan yang menyatukan budaya, mempertemukan manusia, dan mengajak siapa pun untuk menari dalam irama yang sama. (PH/YS).

#HiburanIndonesia #MusikIndonesia #SingleBaru Afrobeats IkebeOClock KolaborasiGlobal Mayour MusicLifestyle MusikAfrika SmurLee
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleKrakatau dan Karimata Menggema di TIM, JGTC Bidik Lima Panggung untuk Jakarta 500 Tahun
Next Article Pencatatan Hak Cipta Lagu Gratis Per 1 Agustus, DJKI Benahi Layanan demi Kepastian Hukum
yadi

Related Posts

Pencatatan Hak Cipta Lagu Gratis Per 1 Agustus, DJKI Benahi Layanan demi Kepastian Hukum

1 Agustus 2026 12:24 PM

Krakatau dan Karimata Menggema di TIM, JGTC Bidik Lima Panggung untuk Jakarta 500 Tahun

1 Agustus 2026 12:15 PM

Dari Ruang Praktik ke Studio Rekaman: Ketika Ibu dan Anak Menyalakan “Lentera Hati”

30 Juli 2026 7:51 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.