Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Road to ENSIA 2026: SUCOFINDO Perkuat Inovasi Berkelanjutan

Menteri PKP Pimpin Rapat Percepatan Realisasi FLPP 2026, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit

BSKDN Gelar Diskusi Strategis Percepatan Program Gizi Gratis di 3T

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Health & Fitness»Fitness»Food & Diet»Merintis Sejak 2016, Anwar Sidiq Mubarok Konsisten Jajakan Bubur Ayam Tasik di Pejagalan
Food & Diet

Merintis Sejak 2016, Anwar Sidiq Mubarok Konsisten Jajakan Bubur Ayam Tasik di Pejagalan

yadiBy yadi25 September 2026 10:10 AM042 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id | JAKARTA BARAT – Berawal dari ikut berjualan bersama saudara saat masih berusia 20-an tahun, Anwar Sidiq Mubarok kini konsisten merintis usaha bubur ayam Tasik secara mandiri. Sejak 2016, ia mulai berjualan sendiri di kawasan kuliner Pejagalan, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Mulai pagi hari, Bubur Ayam Tasik yang dijajakan Anwar memiliki ciri khas tersendiri. Berbeda dengan bubur ayam pada umumnya yang disajikan dengan kuah atau banyak menggunakan pelengkap berkuah, bubur ayam Tasik racikan Anwar disajikan dalam kondisi kering.

Dengan cita rasa yang sederhana namun khas, bubur tersebut ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau, yakni mulai dari Rp10.000 hingga Rp15.000 per porsi. Harga tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat yang ingin menikmati menu sarapan atau makanan ringan dengan harga ramah di kantong.

Anwar mengatakan, pengalaman berjualan bubur ayam sudah ia jalani sejak masih muda ketika membantu saudaranya. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal baginya untuk memberanikan diri membuka usaha sendiri hingga mampu bertahan sejak 2016.

Bagi para pelanggan, cita rasa bubur Tasik Mang Anwar menjadi salah satu alasan untuk kembali. Salah satunya adalah Pak Paris yang mengaku cocok dengan rasa bubur tersebut.

“Pas di lidah, harganya juga terjangkau. Sebelum dimakan, buburnya kita aduk sampai rata, rasanya mantap,” ujar Pak Paris.

Konsistensi Anwar mempertahankan usaha sejak 2016 menunjukkan bahwa kuliner sederhana dengan cita rasa khas tetap memiliki tempat di tengah masyarakat. Bubur Ayam Tasik kering yang dijajakannya menjadi salah satu pilihan kuliner warga di kawasan Pejagalan, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat.(yd)

#JakartaBarat BuburAyamTasik KulinerIndonesia PedagangBubur Pejagalan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleAkselerasi Inovasi Teknologi Bisnis, Sanggabiz Resmi Terpilih Sebagai Penerima Hibah UGM Startup Grant 2026 Batch II
Next Article KAI Bandara Catat Pertumbuhan Penumpang hingga Agustus 2026, KA Srilelawangsa Tumbuh Positif
yadi

Related Posts

Ketika Dangdut Jadi Inspirasi Dessert: Kemenekraf Dukung Jakarta Dessert Week 2026

7 Agustus 2026 1:37 PM

194 Kelurahan di Jakarta Berstatus ODF Komitmen, Sanitasi Layak Terus Diperluas

29 Juni 2026 2:23 PM

What are the Top Sodium Food Sources in the United States?

19 November 2022 6:22 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.