Close Menu
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Investor Kripto Capai 22,4 Juta, Potensi Pasar Indonesia Makin Besar

Edukasi Bahaya Judi “Online” Hingga “Bullying”, Polsek Banama Tingang Isi Materi MPLS di SMAN 1 Banama Tingang

Polres Barito Utara Kembali Gagalkan Peredaran Narkotika, Satresnarkoba Amankan Terduga Pengedar dengan 19,03 Gram Sabu

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
Analis
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
You are at:Home»Daerah»Transaksi Jakarta Fair 2026 Tembus Rp8,2 Triliun, Bukti Kuatnya Daya Beli Warga
Daerah

Transaksi Jakarta Fair 2026 Tembus Rp8,2 Triliun, Bukti Kuatnya Daya Beli Warga

yadiBy yadi13 Juli 2026 7:48 AM0163 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id,  Jakarta – Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai motor penggerak ekonomi Jakarta. Selama penyelenggaraan pada 11 Juni hingga 12 Juli 2026, pameran multiproduk terbesar di Asia Tenggara itu berhasil mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp8,2 triliun dengan total 8,22 juta kunjungan.

Capaian tersebut diumumkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat menutup rangkaian Jakarta Fair 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (12/7). Menurutnya, angka transaksi dan kunjungan tersebut menjadi indikator bahwa daya beli masyarakat serta ketahanan ekonomi Jakarta tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

“Prestasi ini mencerminkan optimisme ekonomi Jakarta yang tetap kuat. Pada triwulan pertama 2026, ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen dengan kontribusi sebesar 16,67 persen terhadap perekonomian nasional,” ujar Rano.
Penyelenggaraan Jakarta Fair tahun ini diikuti sekitar 2.800 peserta yang mengisi lebih dari 1.800 stan, terdiri atas perusahaan nasional, pelaku industri kreatif, hingga ratusan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Jakarta maupun berbagai daerah di Indonesia.

Berdasarkan data panitia, jumlah pengunjung langsung telah melampaui enam juta orang. Sementara akumulasi kunjungan secara dinamis mencapai 8,22 juta, meningkat sekitar 12 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Bagi Rano, Jakarta Fair tidak lagi sekadar menjadi agenda pameran tahunan, melainkan telah berkembang menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, pelaku UMKM, industri kreatif, dan masyarakat dalam menggerakkan roda perekonomian.

“Jakarta Fair adalah miniatur Jakarta yang memperlihatkan bagaimana pemerintah, dunia usaha, UMKM, industri kreatif, dan masyarakat bergerak bersama membangun ekonomi kota,” katanya.

Ia menambahkan, tingginya nilai transaksi menunjukkan Jakarta Fair masih menjadi instrumen penting dalam mendorong sektor riil. Selain membuka pasar bagi produk lokal, ajang ini juga mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen sekaligus menciptakan efek berganda bagi berbagai sektor pendukung.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memperbesar ruang bagi pelaku UMKM binaan Jakpreneur. Setelah melalui proses kurasi, peserta Jakpreneur mencapai sekitar 45 persen dari total pelaku UMKM yang berpartisipasi.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi produk lokal, meningkatkan daya saing UMKM, sekaligus membuka peluang menembus pasar nasional hingga internasional.

Sementara itu, Ketua Umum Panitia Jakarta Fair, Hartati Murdaya, menegaskan bahwa dampak ekonomi JFK tidak hanya tercermin dari besarnya transaksi, tetapi juga dari kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja.

“Sebagai platform strategis industri MICE di Indonesia, Jakarta Fair berkontribusi nyata dalam memperluas kesempatan kerja. Ajang ini berhasil menyerap puluhan ribu tenaga kerja sejak tahap persiapan hingga seluruh rangkaian pameran selesai,” ujar Hartati.

Dengan capaian tersebut, Jakarta Fair Kemayoran 2026 kembali membuktikan perannya sebagai salah satu penggerak utama aktivitas perdagangan, investasi, dan pemberdayaan UMKM, sekaligus menjadi etalase kekuatan ekonomi Jakarta menjelang usia ke-500 tahun.

#BeritaJakarta #EkonomiJakarta #HariJadiJakarta #Jakarta #JakartaFair2026 #Jakpreneur #JFK2026 #JIExpo #MICEIndonesia #UMKM
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleBank Raya Dorong Talenta Muda Lebih Resilien dengan Optimalisasi Bank Digital di Young On Top National Conference (YOTNC) 2026
Next Article BP Tapera Telah Menyelesaikan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Temuan BPK RI Terkait Ketidaktepatan Sasaran pada Pemeriksaan Tahun 2025
yadi

Related Posts

Jakarta Catat Sejarah, Jadi Tuan Rumah Perdana Harmony in Diversity Award 2026

15 Juli 2026 3:25 PM

KAPOLSEK KAPUAS TIMUR SOSIALISASIKAN BAHAYA JUDOL DAN NAPZA KEPADA SISWA SMAN 1 KAPUAS TIMUR PADA MPLS RAMAH

15 Juli 2026 1:20 PM

Hari Pertama Sekolah, 235 Bus Gratis Layani Pelajar Jakarta

14 Juli 2026 5:44 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.