Pulang Pisau – Kepolisian Sektor (Polsek) Banama Tingang turut serta menyukseskan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Kapolsek Banama Tingang bersama jajaran personelnya secara langsung turun ke lapangan untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kepada para siswa baru di SMA Negeri 5 Banama Tingang, Desa Pahawan, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (15/07/2026) Pagi.
Langkah preventif ini dilakukan guna membekali para siswa baru dengan pemahaman hukum sejak dini. Sebanyak 85 siswa mengikuti jalannya penyuluhan ini dengan penuh antusias. Adapun fokus materi yang diberikan mencakup berbagai isu krusial remaja saat ini, mulai dari bahaya nyata dan dampak hukum dari perjudian online (judol), pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya, hingga edukasi mendalam mengenai tindakan perundungan atau bullying, baik yang terjadi secara langsung maupun cyberbullying melalui media sosial.
Di tempat terpisah, Kapolres Pulang Pisau AKBP Iqbal Sengaji, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Banama Tingang Ipda Fasca Candra Lukmana, S.S., menjelaskan bahwa kehadiran Polri di lembaga pendidikan ini merupakan komitmen nyata dalam mendampingi generasi muda agar tidak salah arah. “Kami ingin memastikan bahwa para siswa baru ini memiliki tameng yang kuat terhadap pengaruh negatif seperti pergaulan bebas, tawuran, balap liar, konsumsi minuman keras, hingga jeratan judi online yang marak terjadi,” ujar Ipda Fasca.
Selain memaparkan aspek hukum dan dampak psikologis dari berbagai pelanggaran, personel Polsek Banama Tingang juga menyelipkan motivasi di sela-sela materi. Para pelajar diajak untuk memanfaatkan masa-masa sekolah secara optimal dengan fokus belajar serta terus mengembangkan potensi diri secara positif. Pihak kepolisian mengimbau para siswa agar bijak bersosial media, menaati peraturan sekolah, serta selalu menghormati orang tua dan guru guna membentuk karakter yang berintegritas dan taat hukum.
Kegiatan interaktif yang diisi dengan sesi tanya jawab ini disambut baik oleh pihak sekolah. Kehadiran personel kepolisian dinilai sangat membantu dalam membangun sinergitas antara Polri dan instansi pendidikan dalam membentuk basis moral siswa yang kokoh. Upaya pembinaan ini sekaligus menjadi representasi dari implementasi Polri Presisi yang humanis, peduli, dan tanggap terhadap perkembangan dunia pendidikan serta keselamatan masa depan generasi penerus bangsa. (Humasrespulpis).
