Close Menu
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Antisipasi Kejahatan, Polsek Kapuas Hilir Laksanakan Patroli Malam Hari

Polsek Kapuas Hilir beri rasa aman dan tentram di lingkungan masyarakat melalui kegiatan patroli oleh anggotanya

Giat Berikan Imbauan kantibmas kepada warga di lakukan Personil Polsek Kapuas Tengah.

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
Analis
  • Beranda
  • Warga Menilai
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
  • Tulis Berita
You are at:Home»Nasional»Gerakan Indonesia Berkiblat 2026: 725 Ribu Titik Cek Arah Kiblat Pakai Astronomi
Nasional

Gerakan Indonesia Berkiblat 2026: 725 Ribu Titik Cek Arah Kiblat Pakai Astronomi

yadiBy yadi17 Juli 2026 6:55 PM0143 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id | Jakarta — Fenomena langka ketika matahari berada tepat di atas Ka’bah kembali dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat akurasi arah kiblat di Indonesia. Melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama mengajak masyarakat memanfaatkan metode ilmiah Rashdul Qiblat untuk memverifikasi arah kiblat secara mandiri.

Antusiasme masyarakat terhadap gerakan ini tergolong tinggi. Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah mencatat sedikitnya 725.669 titik lokasi di seluruh Indonesia terdaftar mengikuti kegiatan tersebut.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa peserta berasal dari berbagai jenis lokasi. Sebanyak 67.867 masjid, 49.680 musala, 576.309 rumah, 233 restoran, 114 hotel, serta 31.466 lokasi lainnya turut ambil bagian dalam verifikasi arah kiblat. Jumlah itu bahkan berpotensi lebih besar karena pada satu titik lokasi, proses pengecekan dapat dilakukan di beberapa tempat sekaligus.

Pusat pemantauan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat dipusatkan di Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Ciawi, Bogor. Rangkaian kegiatan diawali dengan International Seminar on Islamic Astronomy yang menghadirkan pakar astronomi dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi ilmu falak di tengah masyarakat.

Rashdul Qiblat merupakan fenomena astronomi yang terjadi dua kali setiap tahun, saat posisi matahari tepat berada di titik zenit Ka’bah. Pada momen tersebut, bayangan benda yang berdiri tegak lurus di permukaan bumi secara langsung menunjukkan arah Ka’bah sehingga dapat dijadikan acuan untuk memverifikasi arah kiblat dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi.

Pada 2026, fenomena itu berlangsung pada 15–16 Juli, masing-masing pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA. Masyarakat cukup menyiapkan tongkat atau benda yang dipasang tegak lurus di ruang terbuka. Arah bayangan yang terbentuk kemudian ditarik menuju pangkal tongkat sebagai penunjuk arah Ka’bah.

“Alhamdulillah, Gerakan Nasional Rashdul Kiblat ini disambut antusias dengan keikutsertaan ratusan ribu pendaftar yang ingin mempraktikkan langsung metode ini,” ujar Arsad.

Lebih dari sekadar memastikan ketepatan arah salat, gerakan ini juga menjadi sarana edukasi publik mengenai pentingnya ilmu falak dalam pelayanan keagamaan. Kementerian Agama berharap pemahaman masyarakat terhadap metode astronomi dalam penentuan arah kiblat semakin meningkat sehingga akurasi kiblat di masjid, musala, rumah, hingga fasilitas umum dapat terus terjaga.

Apresiasi datang dari berbagai kalangan. Sekretaris PCNU Kota Semarang, Jumarno, menilai Gerakan Indonesia Berkiblat merupakan program yang sederhana, mudah diterapkan, namun memberikan manfaat besar bagi umat Islam.

“Terima kasih atas program Gerakan Indonesia Berkiblat yang diprakarsai oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah,” ujarnya.

Melalui perpaduan antara sains dan nilai-nilai keagamaan, Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 menunjukkan bahwa ilmu astronomi tidak hanya menjadi kajian akademik, tetapi juga hadir sebagai solusi praktis yang membantu umat menjalankan ibadah dengan keyakinan dan ketepatan yang lebih baik.

#ArahKiblat #AstronomiIslam #BimasIslam #EdukasiKeagamaan #IlmuFalak #IndonesiaBerkiblat2026 #KementerianAgama #RashdulQiblat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleDisambut Anggunnya Tari Bahalai, AKBP Arum Sari Resmi Emban Tugas Jadi Kapolres Gunung Mas
Next Article Belum Genap Sepekan Menjabat, Kapolres Bangka Barat Ungkap Peredaran 341 Gram Sabu, Selamatkan 1.300 Jiwa
yadi

Related Posts

Wujudkan Kepastian Hukum, Kemenag Fasilitasi Isbat Nikah 21 Pasangan WNI di Korea Selatan

18 Juli 2026 6:52 PM

Transformasi KUA: Dari Layanan Nikah Menuju Pemberdayaan Ekonomi Umat

15 Juli 2026 9:47 PM

Harga BBM Khusus Kapal 30-200 GT, KKP Jaga Produktivitas dan Daya Saing Perikanan

15 Juli 2026 3:38 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.