Analisnews.co.id | Jakarta – Polemik pascacerai antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, Ruben melalui kuasa hukumnya mengakui telah menghentikan pemberian nafkah kepada mantan istrinya selama enam bulan terakhir.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menyebut keputusan tersebut bukan dilakukan tanpa alasan. Menurutnya, langkah itu merupakan bentuk protes karena Ruben merasa kesulitan mendapatkan haknya sebagai ayah untuk bertemu anak-anaknya.
Minola menjelaskan, selama ini Ruben tetap menjalankan kewajiban finansialnya bahkan melebihi apa yang disepakati. Namun di sisi lain, Ruben merasa haknya untuk berinteraksi dengan anak-anak tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Ruben merasa kewajibannya terus dipenuhi, tetapi haknya sebagai ayah tidak diperoleh secara seimbang. Karena itu, ia memilih menunjukkan sikap protes dengan menghentikan sementara kewajiban tersebut,” kata Minola.
Menurut Minola, penghentian nafkah mulai dilakukan sejak Desember 2025. Ia juga menyoroti besarnya tanggung jawab finansial yang selama ini ditanggung Ruben, termasuk berbagai kebutuhan yang disebut masih dibayarkan meski status keduanya telah berpisah.
Tak hanya kebutuhan anak-anak, Ruben disebut masih menanggung berbagai biaya lain, termasuk asuransi Sarwendah dan sejumlah kebutuhan rumah tangga. Bahkan, menurut Minola, seluruh pengeluaran tersebut tercatat secara rinci.
Yang menarik perhatian, nilai nafkah yang selama ini diberikan disebut mencapai Rp225 juta per bulan. Angka tersebut dinilai sangat besar untuk pasangan yang telah resmi bercerai.
Sebagai informasi, Ruben Onsu dan Sarwendah resmi bercerai pada 24 September 2024 setelah menjalani rumah tangga selama lebih dari satu dekade. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai dua orang putri.
Sejak perceraian, hubungan keduanya beberapa kali menjadi perhatian publik. Mulai dari isu debt collector yang disebut mendatangi rumah Sarwendah terkait cicilan kendaraan hingga polemik mengenai akses pertemuan dengan anak-anak yang kini kembali mencuat.
