Analisnews.co.id | Setelah merilis single “We Are Not Fall In” di berbagai platform digital pada Mei lalu, rocker Heri Batara kembali menunjukkan keseriusannya meramaikan industri musik Tanah Air dengan meluncurkan video musik resmi lagu tersebut.
Mantan vokalis Edane itu memilih konsep sederhana namun kuat, yakni menampilkan format band dalam suasana studio dengan nuansa visual gelap dan penuh distorsi. Konsep tersebut sengaja dipilih untuk merepresentasikan isi lagu yang sarat kegelisahan dan refleksi terhadap berbagai janji serta omongan yang kerap menyesatkan.
Dalam video musik tersebut, Heri Batara tampil bersama para session player, yakni William Agathan (gitar), Kemal Fasya (drum), dan Indra (bass). Formasi live band sengaja dihadirkan untuk menegaskan identitas proyek musik Heri Batara sebagai sebuah band, bukan sekadar penampilan solo.
“Visual yang gelap dan banyak distorsi mewakili tema lirik yang suram. Sekaligus kami ingin menunjukkan bahwa brand Heri Batara hadir dalam format band,” ujar Heri Batara.
Meski proses pengambilan gambar berlangsung relatif cepat tanpa hambatan berarti, tantangan justru muncul saat tahap pascaproduksi. Menurut Heri, proses penyuntingan video membutuhkan waktu lebih panjang karena harus dilakukan berulang kali demi mendapatkan hasil yang sesuai dengan konsep awal.
Untuk urusan kreatif, Heri mempercayakan pengerjaan video kepada PJ, sosok yang dipilih berdasarkan rekomendasi dari sejumlah rekan musisi. Ia menilai PJ memiliki sentuhan visual yang kuat dan mampu menerjemahkan karakter musik rock yang ingin ditampilkan.
Lagu “We Are Not Fall In” sendiri ditulis oleh Heri Batara bersama Mev. Secara lirik, lagu ini mengangkat keresahan terhadap berbagai janji dan narasi yang sering kali membuat seseorang ragu untuk melangkah. Pesannya sederhana: belajar dari pengalaman buruk dan tidak terjebak dalam kesalahan yang sama.
Karakter vokal khas Heri Batara yang garang tetap menjadi daya tarik utama. Energi tersebut mengingatkan penggemar pada era ketika ia memperkuat Edane melalui album “Jabrik” dan “Borneo”.
Menurut pria yang akrab disapa Ucok itu, kehadiran “We Are Not Fall In” menjadi langkah awal untuk kembali aktif di skena rock nasional. Ia melihat perkembangan musik rock Indonesia saat ini semakin menarik dengan munculnya banyak talenta muda yang memberi warna baru.
“Peta musik rock Indonesia masih sangat seru. Banyak musisi muda bermunculan dan membuat skena rock semakin semarak. Saya ingin ikut bermain di liga utama bersama mereka,” katanya.
Sementara itu, Fransiscus Eko dari Cadaazz Pustaka Musik mengungkapkan bahwa “We Are Not Fall In” hanyalah pembuka dari rangkaian karya yang tengah dipersiapkan Heri Batara. Dalam satu tahun ke depan, Heri ditargetkan merilis lima hingga enam single sebelum akhirnya merangkum karya-karya tersebut dalam sebuah EP.
Video musik “We Are Not Fall In” produksi Rock On Music dan Cadaazz Pustaka Musik resmi tayang di kanal YouTube Cadaazz Pustaka Musik mulai Sabtu, 13 Juni 2026. Kehadiran video ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Heri Batara siap kembali mengibarkan bendera rock dengan energi yang tak kalah liar dari masa kejayaannya.
