Ujian Terbuka Disertasi Undiksha: Media AR Etnoteknologi Efektif Tingkatkan Kreativitas Anak TK
Analisnews.co.id – BULELENG | Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menggelar Ujian Terbuka Disertasi atas nama, I Nyoman Bagus Suweta Nugraha, NIM. 2139011027, Program Studi Ilmu Pendidikan, Kamis, 2 Juni 2026.
Disertasi yang diujikan berjudul “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality (AR) Berbasis Etnoteknologi pada Pembelajaran Dasar Literasi untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Taman Kanak-Kanak.”
Soroti Minimnya Media Interaktif di TK:
Dalam pemaparannya, peneliti menyoroti kondisi pembelajaran di Taman Kanak-Kanak yang masih didominasi metode konvensional dan media terbatas.
Kondisi itu berdampak pada rendahnya kreativitas anak dan kurang optimalnya dalam pengembangan literasi dasar.
“Oleh sebab itu, bertolak dari temuan awal dan data internasional, diperlukan media pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan bermakna,” ujarnya.
Solusi, AR Berbasis Etnoteknologi:
Sebagai jawaban, disertasi ini mengembangkan media Augmented Reality (AR) berbasis etnoteknologi. Media ini memadukan teknologi digital dengan nilai-nilai budaya lokal Bali.
Melalui aplikasi Android, anak dapat berinteraksi langsung dengan objek 3D via smartphone. Tujuannya jelas, menciptakan pengalaman belajar yang menarik, eksploratif, dan menyenangkan.
Hasil penelitian menunjukkan:
Validitas Sangat Tinggi, Media dinilai layak secara isi dan desain.
Praktis, mudah digunakan guru dan anak.
Efektif, terbukti meningkatkan kreativitas anak secara signifikan pada aspek fluency, flexibility, originality, dan elaboration
Meningkatkan Motivasi, Pembelajaran jadi lebih aktif dan interaktif.
Pengetahuan Nilai Budaya Sejak Usia Dini:
Kelebihan utama media ini adalah integrasi etnoteknologi. Anak tidak hanya belajar teknologi, tapi juga mengenal budaya lokal sebagai bagian dari hidupnya.
“Ini penguatan identitas budaya sejak usia dini,” kata peneliti.
Luaran: Aplikasi Android, Jurnal Internasional, dan HaKI. Penelitian ini menghasilkan 3 luaran utama, aplikasi mobile berbasis Android, publikasi ilmiah bereputasi internasional, dan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).
Untuk itu, peneliti berharap sekolah, guru, dan pemangku kepentingan pendidikan dapat mengadopsi media tersebut.
“Pihaknya berharap, dukungan fasilitas, pelatihan guru, dan kesiapan infrastruktur jadi kunci keberhasilan implementasi AR di masa depan,” pungkasnya.
Ujian terbuka ini menegaskan komitmen Undiksha mendorong inovasi pendidikan yang adaptif teknologi namun berakar pada kearifan lokal.(red)
#UjianTerbuka #Undiksha #AugmentedReality #Etnoteknologi #PendidikanAnakUsiaDini
