Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sat Samapta Polres Sukamara Patroli Malam di Pelabuhan Speedboat, Pantau Aktivitas Masyarakat

Sat Samapta Polres Sukamara Patroli Malam di Depan Kantor Bupati, Jaga Keamanan dan Ketertiban

Sat Samapta Polres Sukamara Patroli Malam di Bundaran Besar, Pantau Situasi Kamtibmas

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»TV & Drama»Sudah Menebak Dalangnya dari Trailer? Hanung Bramantyo Janjikan Plot Twist di Lobang Buaya
TV & Drama

Sudah Menebak Dalangnya dari Trailer? Hanung Bramantyo Janjikan Plot Twist di Lobang Buaya

yadiBy yadi26 September 2026 1:01 PM073 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id | JAKARTA – Jangan terlalu cepat merasa sudah memecahkan misteri Lobang Buaya hanya dari trailer. Film horor-misteri garapan Hanung Bramantyo itu justru menyiapkan sejumlah jebakan naratif yang dirancang untuk membuat penonton terus menebak hingga akhir.

Hal tersebut terasa dalam Gala Premiere Lobang Buaya di Epicentrum XXI, Jakarta, yang berlangsung dalam atmosfer tegang. Film produksi Adhya Pictures dan Dapur Film tersebut dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026.

Hanung Bramantyo hadir bersama para pemeran utama, di antaranya Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Anya Zen, dan Mathias Muchus.

Mengambil latar satu tahun sebelum tragedi 1965, Lobang Buaya mengikuti penyelidikan Letnan Soegeng, diperankan Baskara Mahendra. Ia ditugaskan ke Desa Lobang Buaya untuk mengusut serangkaian kematian misterius yang mengguncang wilayah tersebut.

Yang membuat kasus itu semakin mengerikan adalah polanya. Pembunuhan selalu terjadi pada tanggal 30 setiap bulan.

Ketika kalender mendekati tanggal tersebut, warga desa hidup dalam ketakutan. Soegeng harus membongkar satu demi satu rahasia yang tersimpan di balik kehidupan masyarakat desa, sembari menghadapi kemungkinan bahwa siapa pun dapat menjadi korban berikutnya.

Bukan Kisah Ulang Tragedi 1965

Hanung menegaskan, Lobang Buaya merupakan karya fiksi yang menggunakan peristiwa sejarah sebagai konteks cerita, bukan upaya untuk menceritakan ulang tragedi 30 September 1965.

Menurutnya, genre horor digunakan sebagai bahasa sinematik untuk menggambarkan dendam, trauma, dan dampak kekuasaan dalam dunia fiksi yang dibangun film tersebut.

“Saya membuat film ini bukan untuk menertawakan tragedi. Saya membuatnya untuk bercerita tentang bagaimana dendam dan kekuasaan dapat meninggalkan teror yang jauh lebih panjang daripada kehidupan orang-orang yang menciptakannya,” ujar Hanung.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga batas antara fiksi dan sejarah ketika cerita memasuki momentum 30 September 1965.

“Ketika film ini sampai pada 30 September 1965, saya ingin penonton berhenti sejenak dan menyadari bahwa sebuah cerita fiksi sedang berhadapan dengan sebuah tragedi sejarah. Di situlah batas antara fiksi dan sejarah menjadi penting,” katanya.

Baskara Mahendra Ikut Terkecoh

Menariknya, Baskara Mahendra yang memerankan tokoh utama sekaligus penyelidik dalam film tersebut mengaku tidak mudah menebak arah cerita.

Menurut Baskara, karakter Soegeng membawanya masuk ke Indonesia era 1960-an dengan rangkaian investigasi dan plot twist yang terus berubah.

“Bahkan saya yang ikut main filmnya nggak bisa nebak siapa dalangnya,” tutur Baskara.

Pengakuan tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana film ini sengaja memainkan perspektif penonton. Petunjuk yang muncul sejak awal belum tentu membawa pada kesimpulan yang sebenarnya.

Karena itu, trailer Lobang Buaya sebaiknya tidak dianggap sebagai peta untuk menemukan dalang pembunuhan. Justru bisa jadi, petunjuk yang terlihat paling jelas adalah bagian dari permainan Hanung untuk mengarahkan penonton ke dugaan yang keliru.

Dengan misteri yang dibangun berlapis dan latar sejarah yang sensitif, Lobang Buaya menawarkan pengalaman horor yang tidak berhenti pada teror visual. Penonton diajak mengikuti investigasi, mencurigai setiap karakter, dan mempertanyakan kembali setiap petunjuk yang muncul.

Film Lobang Buaya tayang di XXI, CGV, Cinepolis, dan jaringan bioskop Indonesia lainnya mulai 1 Oktober 2026.

Jadi, masih yakin sudah tahu siapa dalangnya hanya dari trailer?

Red/Phyd

#BioskopIndonesia #Film2026 #FilmHororIndonesia #FilmIndonesia AdhyaPictures BaskaraMahendra DapurFilm HanungBramantyo HororMisteri LobangBuaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN, POLSEK KAPUAS HULU GENCARKAN SOSIALISASI PERTAMBANGAN ILEGAL
Next Article POLSEK KAPUAS HULU PERKUAT EDUKASI KARHUTLA, SOSIALISASIKAN MAKLUMAT KAPOLDA KALTENG KEPADA WARGA
yadi

Related Posts

Selamat Jalan Guruh Soekarnoputra, Sang Maestro yang Menghidupkan Indonesia Lewat Musik dan Tari

26 September 2026 9:53 AM

SINERGITAS TNI POLRI DAN MPA, POLSEK KAPUAS TENGAH PATROLI BERSAMA CEGAH KARHUTLA DI WILKUM KEC. KAPUAS TENGAH DAN KEC. PASAK TALAWANG

26 September 2026 5:40 AM

Laut Bercerita Tutup Jakarta Film Week 2026, Tayang di Bioskop 29 Oktober

25 September 2026 7:58 AM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.