Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

POLSEK KAPUAS HULU PERKUAT EDUKASI MASYARAKAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA

TEKAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA, POLSEK KAPUAS HULU AKTIF BERIKAN EDUKASI KEPADA WARGA

“Agensi Rumah Tangga”, Kisah Perempuan Bekerja dan Bertahan demi Kehidupan Keluarga

Facebook X (Twitter) Instagram
Analis
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
Analis
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Big Media
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Kateng
  • Terkini
You are at:Home»Daerah»Pramono Anung: Jakarta Berpotensi Jadi Pusat Industri Kopi Nasional
Daerah

Pramono Anung: Jakarta Berpotensi Jadi Pusat Industri Kopi Nasional

yadiBy yadi5 September 2026 11:54 AM034 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Analisnews.co.id | JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong Ibu Kota menjadi simpul utama ekosistem industri kopi nasional sekaligus ruang bertemunya pelaku usaha kopi Indonesia dengan pasar global.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, potensi tersebut didukung kekayaan varietas kopi Nusantara yang tersebar dari Sabang hingga Merauke serta perkembangan industri hilir dan budaya konsumsi kopi di Jakarta.

Hal itu disampaikan Pramono saat membuka Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara serius dan sungguh-sungguh ingin mendorong bahwa Jakarta bisa menjadi simpul utama bagi ekosistem perkopian Indonesia,” ujar Pramono.

Menurut dia, keberagaman kopi Indonesia merupakan modal besar yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional.

“Kita memiliki keanekaragaman varietas kopi yang luar biasa dari Sabang sampai Merauke, dan jika dikemas melalui kolaborasi terencana, tentu dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah akan sangat besar,” katanya.

Industri kopi Jakarta terus berkembang

Pramono menuturkan, perkembangan industri hilir kopi di Jakarta turut ditopang pertumbuhan kedai kopi, kafe, restoran, serta perubahan pola konsumsi masyarakat.

Aktivitas usaha di sektor tersebut kini melibatkan hampir 193.000 pelaku usaha.

Menurut Pramono, generasi muda turut mendorong terbentuknya budaya konsumsi kopi baru melalui kebiasaan membeli kopi untuk dibawa pulang di tengah aktivitas mereka.

“Saat ini penikmat kopi, terutama generasi muda, telah membentuk budaya baru dengan konsep beli lekas bawa pulang di sela-sela aktivitas ruang publik maupun komunitas,” ucapnya.

Ia menambahkan, kondisi perekonomian Jakarta juga menjadi salah satu fondasi bagi pertumbuhan industri tersebut.

Jakarta, kata Pramono, berkontribusi 16,32 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dengan tingkat inflasi sekitar 2,5 persen.

“Kita memiliki fondasi yang sangat kokoh untuk terus mengembangkan ekosistem usaha kopi,” katanya.

Kekayaan kopi Nusantara jadi modal bersaing

Pramono menilai keberagaman karakter kopi dari berbagai daerah di Indonesia menjadi keunggulan yang perlu terus diperkenalkan ke pasar internasional.

Sejumlah kopi yang disebut antara lain Gayo, Luwak, Toraja, Flores Bajawa, Kintamani, dan Mandailing.

Ia bahkan membandingkan kekayaan kopi Indonesia dengan Tanzania yang menurutnya memiliki pilihan varietas yang lebih terbatas.

“Saya sempat mencicipi kopi dari Tanzania saat menerima delegasi mereka, di mana mereka hanya mengandalkan satu varietas,” ujar Pramono.

Menurut dia, kondisi tersebut berbeda dengan Indonesia yang memiliki keragaman rasa dan karakter kopi dari berbagai daerah.

Pramono menilai penyelenggaraan ICX Jakarta 2026 menjadi salah satu bukti optimisme terhadap daya saing industri kopi nasional.

Pameran tersebut menghadirkan lebih dari 120 stan yang menampilkan berbagai produk dan potensi industri kopi Indonesia.

Dorong World of Coffee kembali ke Jakarta

Pemprov DKI Jakarta juga membuka peluang untuk mendukung penyelenggaraan agenda industri kopi berskala internasional di Jakarta.

Pramono secara khusus mendorong Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) membawa kembali ajang World of Coffee ke Jakarta sebelum 2030.

“Jika SCAI dapat kembali menggelar ajang akbar World of Coffee di Jakarta sebelum tahun 2030, khususnya pada Mei 2029, Pemprov DKI siap memberikan dukungan penuh, termasuk asistensi kebijakan dan kemudahan lainnya,” tegasnya.

Pramono berharap Jakarta dapat menjadi ruang pertemuan bagi pelaku industri, sekaligus tempat lahirnya berbagai gagasan dan inovasi yang dapat memperkuat industri kopi nasional.

“Jakarta harus terus menjadi wadah pertemuan ide, kreativitas, dan inovasi lintas sektor agar potensi industri kopi nasional dapat dikembangkan secara megah dan berdaya saing luas,” katanya.

ICX jadi ruang temu industri kopi

Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 menjadi ruang temu bisnis sekaligus etalase perkembangan industri kopi nasional.

Setelah sebelumnya digelar di Surabaya dan Medan, ICX Jakarta menghadirkan sedikitnya 75 jenama terkurasi, kompetisi barista tingkat regional, serta berbagai sesi diskusi bersama pelaku industri.

Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo Daswar Marpaung mengatakan, pertumbuhan industri kopi nasional tidak hanya terlihat dari sisi konsumsi, tetapi juga dari semakin beragamnya pelaku dalam ekosistem tersebut.

“Industri kopi nasional menunjukkan optimisme yang sangat kuat, tidak hanya tumbuh dari sisi konsumsi, tetapi juga dari semakin beragamnya pelaku usaha, barista, pemanggang biji kopi, dan komunitas,” ujar Daswar.

Ia berharap ICX Jakarta 2026 dapat mempertemukan lebih banyak pemangku kepentingan dan membuka peluang kemitraan bisnis.

Sementara itu, Ketua Umum SCAI Daryanto Witarsa mengatakan ICX diarahkan menjadi platform yang mempertemukan seluruh mata rantai industri kopi, mulai dari hulu hingga hilir.

“Melalui ICX, kami ingin melanjutkan momentum besar tersebut dan membangun sebuah platform milik Indonesia yang mempertemukan seluruh ekosistem kopi, mulai dari petani, barista, pengolah, pengusaha, hingga pembeli internasional di Jakarta,” kata Daryanto.

Dengan dukungan Pemprov DKI Jakarta, SCAI juga berkomitmen memperluas jejaring kemitraan global dan membawa kembali World of Coffee ke Jakarta sebelum 2030.(Phyd)

Redaksi

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleJAGA KEAMANAN MAKO, POLSEK KAPUAS HULU TINGKATKAN KESIAPSIAGAAN MELALUI SISPAM SIANG
Next Article POLSEK KAPUAS HULU LAKSANAKAN SISPAM SIANG, PASTIKAN KEAMANAN MAKO TETAP TERJAGA
yadi

Related Posts

HANJABA 2026 Usung Tema “Jakarta dalam Ingatan dan Harapan”, Pramono: Sekolah Itu Penting

4 September 2026 8:35 AM

Inilah Lima Calon Anggota BPD Belambangan Yang Terpilih.

3 September 2026 3:10 PM

Apel Pagi Personel Polsek Kapuas Timur,Wakapolsek tekankan Pelaksanaan Pencegahan dan Penanganan Karhutla di Wilkum Polsek Kapuas Timur

3 September 2026 12:48 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
© 2026 analisnews. Designed by analisnews.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.